TANTANGAN GENERASI MUDA MUSLIM DI ERA MODERN (Kajian Ahad Dhuha Rutin Pendidikan Ekonomi)

Pamulang, 28 Februari 2021. HIMA Pendidikan Ekonomi melaksanakan kajian Ahad Dhuha yang mengusung tema Tantangan Generasi Muda Muslim di Era Modern, Kajian ini merupakan kajian rutin yang dilakukan oleh HIMA dari divisi kajian Ilmu.
Adapun pemateri dalam kajian Ahad Dhuha ini ialah Bapak Amanudin, S.Pd., M.M, yang diikuti kurang lebih 30 peserta dari HIMA dan mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Pelaksanaan kajian Ahad Dhuha dilaksanakan secara daring dengan media zoom meeting selama kurang lebih 120 menit.
Dalam tausiyahnya bapak Amanudin, S.Pd., M.Pd terlebih dahulu memberikan motivasi kepada seluruh peserta kajian Ahad Dhuha dengan mengutip perkataan dari Ir. Soekarno “Beri Aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”. Kalimat yang mengandung dukungan kepada generasi muda yang penuh dengan potensi. Dengan segala kelebihan yang dimiliki maka anak muda akan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan masyarakat, negara  bahkan dunia.
Berikut paparan dari hasil rangkuman yang sudah dilakukan saat mengikuti kajian Ahad Dhuha yang disampaikan oleh Bapak Amanudin, S.Pd., M.Pd. Bahwa tantangan yang nampak dan jelas penampakannya terhadap kehidupan ini khususnya kepada generasi muda saat ini adalah:
  1. Munculnya fenomena pergaulan antar mereka yang jauh dari tuntunan syariat Islam, bergandengan tangan, berpelukan bahkan jauh lebih dari itu dianggap sesuatu yang lumrah, hidup hura-hura, pulang larut malam menjadi hal yang biasa, sehingga dapat dikatakan bebas gaul atau gaul bebas. Sementara ada sebagian pemuda yang memakai sarung peci berangkat ke masjid, menuju majlis ta’lim dikatakan sok alim, ada maunya dan lain sebagainya. Islam tidak antipati dengan sebuah pergaulan/ukhuwah, Islam mengajarkan kepada kita untuk bergaul kepada siapapun bahkan kepada non muslim sekalipun sebagaimana Firman-Nya “Alloh ciptakan manusia laki-laki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa-bangsa agar saling mengenal”. Islam mengajarkan kepada kita dengan tiga ukhuwah agar hidup ini damai, ukhuwah Islamiyah (hubungan saudara se-Iman), ukhuwah basyariyah (hubungan kemasyarakatan) dan ukhuwah wathoniyah (hubungan dengan para pemimpin). Kita ketahui bersama bahwa dilingkungan kita adalah masyarakat heterogen dengan berbagai jenis kelamin dan umurnya, strata dan latar belakangnya, bahkan agama serta keyakinannya. Kalau kita tidak bisa menjaga maka hancurlah peradaban ini. Terkait dengan GAUL BEBAS dikalangan remaja ini sungguh sangat mengkhawatirkan, sebuah catatan dari BKKBN dikatakan bahwa hampir 2,4 juta wanita usia remaja setiap tahun melakukan aborsi, ini barangkali merupakan fenomena Bebas Gaul yang sudah tidak dilandasi dengan ajaran Islam yang benar. Mau jadi apa negeri ini jika para generasi muda Islam tidak dapat menghindari hal tersebut. Dalam Alqur’an Surat Al-Isra ayat 32 Allah SWT firmankan “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
  2. Media dan dunia intertaint, gemerlapnya dunia hiburan yang didukung dengan media membuat kita umumnya dan para generasi muda dapat terlena olehnya, sebuah catatan hampir 90% tayangan yang ada kurang mendidik dan kurang bermanfaat untuk membangun generasi islami yang cerdas, dan yang lebih membahayakan lagi terhadap perkembangan pola pikir anak, dapat kita lihat mereka lebih hafal dengan lagu-lagu orang dewasa, cara bicara orang dewasa bahkan tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa, mereka lebih hafal dengan para seleb daripada tokoh dan pejuang agama Islam, mereka lebih hafal tema sinetron percintaan dari pada menghafal Al-qur’an dan membaca buku pelajaran. Jadi tidak aneh jika generasi muda dan anak-anak lebih hafal ratusan judul lagu dan sinetron dari pada mendalami ajaran Islam yang fundamen. Seperti juga tayangan hiburan dengan kostum yang tidak sesuai dengan adat ketimuran dan agama Islam, gaya hidup, pergaulan hidup modern, perbuatan kurang baik bahkan tidak terpuji hampir sudah mengakar dikalangan generasi muda. Ini menjadi tantangan berat generasi muda Islam sebagai agen perubahan untuk melakukan sebuah inovasi agar generasi Islam dapat terselamatkan. Sebagai umat Islam seharusnya ingat dan sadar bahwa hidup ini hanya sekali, dan kehidupan ini adalah sendau gurau, sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-An’am 32 yang artinya “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akherat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, maka tidaklah kamu memahaminya”.?.
  1. Kemajuan Teknologi saat ini sebagai penunjang kebutuhan hidup tidak dapat di elakkan oleh semua orang dari yang muda hingga tua. Majunya teknologi tidak dapat kita hadang, justru harus kita manfaatkan untuk sesuatu yang yang positif. Akan menjadi salah jika kemajuan bidang teknologi tersebut untuk memfitnah orang, menghancurkan karakter orang, sebagaimana majunya berbagai media sosial yang didukung dengan teknologi android. Akan menjadi peluang bagi generasi Islam yang dapat menguasai teknologi tersebut agar dapat digunakan sebagai media da’wah, bisnis dan sharing ilmu agama dan tentunya sesuatu yang bermanfaat.
  1. Gaya hidup, mungkin kita masih ingat sebuah fenomena tentang jilboobs, mungkin kebanyakan masih ingat dan pernah menjadi trend dikalangan muslimah. Jilboobs sendiri adalah gaya pakaian muslimah yang menggunakan jilbab namun dibalut dengan pakaian yang kelihatan ketat, sehingga menonjolkan sebuah benda yang berada tepat didepan dan belakang. Kita menjadi bingung, sebenernya mereka itu menutup aurat ataukah membentuk aurat ?. Fenomena tersebut merupakan salah satu dari gaya hidup yang amburadul dan masih di diikuti oleh kalangan ramaja, dan masih banyak lagi gaya hidup amburadul yang dapat kita saksikan saat ini.
Teman-teman mahasiswa, para pemuda, mari kita manfaatkan waktu muda Kita untuk hal yang bermanfaat, Karena hidup itu cuma sekali dan tidak tau sampai kapan. tetap berpedoman dengan ajaran Islam dan tetap teguh menjalani aturannya. Insya Allah hidup kita akan bermakna, dan bermanfaat bagi sesama. Setiap tantangan disisi lain pasti ada peluang, untuk itu mari ber inovasi menciptakan peluang, selain itu tantangan demi tantangan diatas menuntut tiga peran yang yang kiranya harus dapat mendominasi, yaitu peran pendidikan (formal, non formal), orang tua, dan agama.
Demikian rangkuman paparan yang disampaikan oleh pemateri yakni Bapak Amanudin, S.Pd., M.Pd, Semoga dapat menginspirasi dan membuka semangat kita untuk terus berjuang menjadi pemuda pemudi generasi penerus bangsa yang sesuai dengan ajaran dan tuntutnan ajaran agama kita masing-masing.

One thought on “TANTANGAN GENERASI MUDA MUSLIM DI ERA MODERN (Kajian Ahad Dhuha Rutin Pendidikan Ekonomi)”

  1. Luar biasa,
    Pemuda hari ini adalah pemimpin yang akan datang
    Mudah2an materi yg telah diberikan dapat menjadi manfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *